Home Uncategorized Rangkul Instansi di Pelabuhan, Karantina Samarinda Tandatangani SOP Joint Inspection

Rangkul Instansi di Pelabuhan, Karantina Samarinda Tandatangani SOP Joint Inspection

by webadmin
Sesuai dengan arahan tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap pemangkasan birokrasi di pelabuhan, Karantina Pertanian Samarinda melakukan kolaborasi, koordinasi dan kerjasama bersama instansi pelabuhan untuk membuat Standard Operational Procedure (SOP) Joint Inspection SSM-QC (Single Submission Quarantine and Custom) di Pelabuhan Sungai Samarinda dan Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran.
Acara yang diadakan di Ruang Rapat Karantina Samarinda ini membahas instruksi kerja pemeriksaan bersama Karantina-Pabean dan dihadiri oleh KPP Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Samarinda, Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Balikpapan, PT Pelabuhan Samudera Palaran, serta PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Samarinda.
Secara sederhana, Joint Inspection SSM QC merupakan proses pemeriksaan dokumen ekspor impor barang dalam satu atap. Kebijakan ini adalah amanat Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional.
Joint Inspection SSM QC merupakan program inisiatif untuk merubah proses bisnis di pelabuhan dengan tujuan mengurangi repetisi dan duplikasi yang selama ini masih terjadi.
Percepatan layanan dilakukan dengan memangkas alur proses tindakan karantina dan menyatukan sistem menggunakan SSm-QC pada komoditas tertentu juga melakukan pemeriksaan bersama atau yang disebut Joint Inspection sehingga dapat memberikan efektifitas waktu dan efisiensi biaya yang akhirnya dapat menurunkan biaya logistik.
“Menjadi bagian dari 10 Pelabuhan Prioritas Target Aksi Stranas PK merupakan suatu kebanggaan bagi kami sehingga memacu untuk terus memberi pelayanan prima dan mendukung program pemerintah agar tercipta iklim logistik nasional yang lebih baik,” Ujar Cahyono Kepala Karantina Samarinda.
Dengan menerapkan SSm yang didukung dengan kolaborasi profil risiko dari instansi Karantina (Karantina Pertanian, BKIPM) dan Bea Cukai, pemilik barang hanya perlu melakukan satu kali submit data terkait pemeriksaan barang melalui Sistem Indonesia National Single Window (INSW) kemudian petugas Karantina dan Bea Cukai akan melakukan pemeriksaan barang secara bersama- sama.

You may also like

Leave a Comment