Home Uncategorized Dukung Gratieks, Karantina Pertanian Samarinda Melepas Ekspor Senilai 203 Miliar ke Tiongkok

Dukung Gratieks, Karantina Pertanian Samarinda Melepas Ekspor Senilai 203 Miliar ke Tiongkok

by webadmin
Komoditas ekspor dari Samarinda sangat beragam dan bervariasi sehingga memacu Karantina Samarinda untuk terus bersinergi dan meningkatkan nilai ekspor di Kalimantan Timur.
Kamis (7/4) – Samarinda melepas ekspor komoditas pertanian unggulan Kaltim yakni olahan kelapa sawit berupa Palm kernel expeller, RBD palm olein dan RBD palm kernel oil dengan total 12.300 ton senilai 203 miliar rupiah, komoditas asal sub sektor perkebunan ini siap menuju Tiongkok.
Cahyono Kepala Karantina Pertanian Samarinda menyebutkan bahwa, Kegiatan ini merupakan implementasi dari Kepmentan No. 42 Tahun 2020 tentang Badan Karantina Pertanian sebagai Task Force Gratieks.
Ekspor Pertanian dari Samarinda selalu menunjukan trend positif sampai dengan April 2022. Pencapaian ini memberikan energi lebih untuk pejabat karantina meningkatkan pelayanan dan memacu komoditas ekspor dan potensi ekspor di Samarinda.
Sinergitas para pihak baik para pelaku usaha, Karantina Pertanian dan instasi terkait lainnya dapat terus ditingkatkan.
Ekspor sektor perkebunan dan kehutanan masih menjadi primadona. Kondisi alam dan geografi sebagai faktor pendukung. Namun komoditas pertanian juga menunjukan laju kenaikan walaupun tak setinggi 2 sektor tersebut.
Sebagai informasi, pada saat yang sama Presiden RI, Jokowi Widodo dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jambi juga melepas ekspor komoditas pertanian berupa pinang biji. Dengan total volume 126 ton senilai Rp 4,069 milliar. Komoditas unggulan asal sub sektor perkebunan ini menunjukan tren peningkatan nilai yang cukup signifikan.
Tercatat secara nasional ekspor komoditas pinang biji di tahun 2021 sebanyak 215.260 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp. 5,11 trilliun, meningkat hampir dua kali lipat dibanding capaian nilai tahun 2020 yang hanya Rp. 2,85 triliun saja.
Selain memberikan sejumlah bantuan kepada para pekebun pinang dalam rangka mendorong terus berkembangnya komoditas unggulan ekspor ini, Presiden berpesan agar komoditas yang diekspor harus diolah terlebih dahulu

You may also like

Leave a Comment